Masih ingatkah Anda dengan nama Ricardo Kaka? Mantan pemain AC Milan yang kini berlabuh di Orlando City. Tapi ternyata sejauh apapun kakinya melangkah dari Rossoneri hatinya masih di sana. Ibarat kisah cinta Romeo kepada Juliet, seperti itulah cinta abadi kaka pada AC Milan yang tak lekang oleh waktu, walaupun dia pernah tersakiti oleh klub yang membesarkan namanya tersebut.

Kisah cinta Kaka berawal saat dia dibeli oleh AC Milan seharga 8,5 juta poundsterling, dari klub Sao Paolo FC. Dengan bangga Kaka memperlihatkan seragam barunya kepada publik. Pelatih AC Milan Kala itu Carlo Ancelotti sempat pesimis dengan kedatangan pemain asal Brazil tersebut, namun lama kelamaan karena selalu menunjukkan permainan yang meningkat tajam, Kakapun menjelma sebagai ikon AC Milan dan meraih banyak kemenangan klub mulai dari Juara Sei A, Super Coppa Italiana, Liga Champions, Piala Super Eropa hingga piala dunia antar klub FIFA. Juga kemenangan individual yang mengesankan mulai dari top skor hingga Balon d’Or. Lalu apa bukti cinta sang legenda pada AC Milan?

Dijual Ke Madrid Namun Cinta Abadi Kaka Pada AC Milan Tetap Ada

Masalah keuangan yang membelit AC Milan tahun 2009 memaksa klub melepas salah satu permain terbaiknya, Kaka merupakan korban tragis dari masalah tersebut yang terpaksa harus ganti seragam Real Madrid dengan biaya transfer 68,5 juta poundsterling. Namun dia tak menolak karena cinta abadi kaka pada AC Milan membuatnya mau berkorban sepahit itu. Harga jualnya merupakan termahal kedua yang pernah digelontorkan Real Madrid kala itu, dimana Zinedine Zidane berada di urutan pertama dengan 75 juta poundsterling.

Tapi Kaka tetap tersenyum walaupun dalam hati dia sangat enggan meninggalkan AC Milan. Setiap hari dia selalu membicarakan AC Milan dan berusaha membuat Rossoneri bangga dengan penampilannya bersama Los Blancos. Itulah salah satu bukti cinta abadi kaka pada AC Milan yang sangat disanjung banyak penggemar AC Milan dan Kaka, bahkan di tahun perpindahannya tersebut, suporter Milan yang menonton pertandingan klub yang sudah berjuang tanpa Kaka menurun drastis hingga 50 persen dari 41 ribu menjadi 25 ribuan orang. Sungguh luar biasa kharisma pemain bernomor punggung 22 ini.

Selama membela El Real, Kaka memang sangat luar biasa, sayangnya cedera lutut berkepanjangan membuatnya sering absen membela klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut. Namun setiap kali tampil dia selalu mampu mencetang gol indah, salah satunya kala melawan Ajax Amsterdam dalam kompetisi Liga Champions 2007, golnya disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik di dunia, dan diapun didapuk sebagai playmaker dalam pertandingan tersebut. Bapak dua anak ini juga menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim 2006-2007 dengan 28 gol.

Akankah Cinta Abadi Kaka Pada AC Milan Bersemi Kembali?

Setelah merasakan bagaimana bermain bersama Christiano Ronaldo, Karim benzema hingga Andry Shevchenko, Kaka akhirnya memutuskan untuk keluar dari Real Madrid. Bak menemukan kembali cinta lamanya, manajemen Rossoneri segera membawa pulang bintang tersebut dan membuatnya kembali menjadi ikon sepakbola Italia pada tahun 2013. Sayang cinta abadi Kaka pada AC Milan kembali kandas karena dia kini membela Orlando City. Namun dalam beberapa sesi wawancara, Suami Caroline Celico ini mengaku masih rindu bermain bersama AC Milan, dan selalu mendukung tim tersebut untuk selalu menjadi pemenang di setiap pertandingan.

Begitulah kisah cinta abadi Kaka pada AC Milan yang masih belum mencapai ending. Bisa jadi suatu saat nanti dia kembali ke pelukan cinta lamanya untuk mewujudkan impian mengakhiri karir di sana. Tapi saat ini dia tetap menjadi bintang di hati suporter AC Milan, karena selain hebat di lapangan dia juga merupakan pemain sepakbola dengan sisi kemanusiaan yang sangat tinggi. Semoga Kaka mendapatkan yang terbaik hingga penghujung karirnya nanti.